Home


SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI


MUSA’ADATUL UMMAH AL MA’SOEM


Musa’adatul Ummah Al Ma’soem merupakan sebuah Lembaga Amil Zakat dan merupakan Lembaga Nirlaba ( non profit ) yang bergerak di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shodaqoh. Hasil penghimpunan dana ZIS tersebut selanjutnya di gulirkan kepada penerima manfaat atau bantuan dengan syarat tidak merokok , dalam bentuk program pelayanan dan pemberdayaan dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, dan sosial kemanusiaan .

Dengan misi memberikaan layanan pendidikan, meningkatan kemandirian secara ekonomi,memberikan layanan sosial dan kesehatan untuk kaum dhuafa baik formal,informal dan nonformal serta meningkatakan dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin.


8 GOLONGAN ASNAF YANG LAYAK MENERIMA ZAKAT


ayat al quran tentang Golongan yang berhak menerima zakat

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)
Berdasarkan Surat At-Taubah berikut 8 golongan Asnaf yang layak menerima Zakat, Yaitu :
1. Fakir (al Fuqara) – adalah orang yang tiada harta pendapatan yang mencukupi untuknya dan keperluannya. Tidak mempunyai keluarga untuk mencukupkan nafkahnya seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal.
2. Miskin (al-Masakin) – mempunyai kemampuan usaha untuk mendapatkan keperluan hidupnya akan tetapi tidak mencukupi sepenuhnya
3. Amil – orang yang dilantik untuk memungut dan menagih uang zakat.
4. Muallaf – seseorang yang baru memeluk agama Islam.
5. Riqab – seseorang yang terbelenggu dan tiada kebebasan diri.
6. Gharimin – penghutang muslim yang tidak mempunyai sumber untuk menjelaskan hutang yang diharuskan oleh syarak pada perkara asasi untuk diri dan tanggungjawab yang wajib ke atasnya.
7. Fisabilillah – orang yang berjuang, berusaha dan melakukan aktivitas untuk menegakkan dan meninggikan agama Allah.
8. Ibnus Sabil – musafir yang kehabisan perbekalan dalam perjalanan atau semasa pemulangan perjalanan dari negaranya yang mendatangkan pulangan yang baik kepada Islam dan umatnya atau orang Islam yang tiada perbekalan di jalanan.
Maka, Mengeluarkan zakat ,Infak dan Sodaqoh merupakan jalan bagi seorang Muslim untuk menyucikan dirinya dari segala macam harta yang diperoleh dengan cara yang terindikasi tidak bersih maupun yang benar-benar tidak bersih. Jika tidak, harta dari sumber kotor dapat merusak kekayaan.

Musa'adatul Ummah Al Ma'soem