Jelang 1 muharram, ini amalan yang bisa dikerjakan umat islam

1 Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah atau kerap disebut Tahun Baru Islam. Menurut sebuah riwayat, Muharram termasuk sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa setelah bulan Ramadan.
Hadits ini berasal dari Abu Hurairah RA. Dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR Muslim)
Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam bukunya Ringkasan FIkih Sunnah Sayyid Sabiq menjelaskan, Rasulullah SAW selalu mengerjakan puasa di bulan Muharram semasa hidupnya.
Pendapat ini bersandar pada sebuah riwayat yang berasal dari Hafshah RA. Dia berkata:
“Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 bulan Zulhijah, puasa 3 hari setiap bulan, dan sholat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh).” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

Amalan Bulan Muharram
Merujuk pada dua hadits di atas, salah satu amalan yang bisa dikerjakan umat Islam di bulan Muharram adalah puasa. Di antara puasa yang bisa dikerjakan setelah memasuki 1 Muharram adalah puasa Tasu’a dan Asyura.
Puasa Tasu’a adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.
Dijelaskan dalam buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, ada sejumlah hadits yang memperkuat kesunnahan puasa Tasu’a dan Asyura. Hadits ini bersumber dari Ibnu Abbas RA dan diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa pada hari itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Seandainya aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (Muharram).” (HR Muslim)

Keutamaan Bulan Muharram
Merangkum berita detikHikmah, Imam As-Suyuthi menjelaskan, bulan Muharram berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Penamaan bulan sudah ada sejak zaman jahiliyah.
Pada zaman dahulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram dengan nama Shafar Awal. Begitu Islam datang, Allah SWT mengganti nama bulan tersebut dengan Muharram. Penamaan bulan tersebut disandarkan pada Allah SWT (Syahrullah).
Keutamaan lain bulan Muharram adalah terdapat hari Asyura di dalamnya. Hari Asyura adalah hari yang sangat dimuliakan oleh umat beragama. Bangsa Yahudi memuliakan hari Asyura dengan berpuasa sehari penuh. Begitu pula dengan umat Islam, yakni berpuasa sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW yang berasal dari Ibnu Abbas, ia berkata:
“Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW. bersabda, ‘Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.’ Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR Muslim)

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai