Istiqomah

Istiqomah bukan perkara yang mudah. Arti istiqomah adalah selalu berada di jalan yang benar dan lurus. Jalan yang dimaksud menurut arti istiqomah meliputi lisan, hati, dan perbuatan.

Dari arti istiqomah ini ada beberapa keutamaan yang mengiringinya. Orang yang istiqomah akan selalu dilapangkan rezekinya. Selalu diberi rasa aman dan diangkat kesedihannya. Orang yang istiqomah akan diberi jaminan surga oleh Allah SWT.

Allah SWT sangat mencintai hambanya yang senantiasa istiqomah. Meski perbuatan dari arti istiqomah itu kecil dan sepele, bila dilakukan terus-menerus akan lebih bisa memberikan berkah pada pelakunya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari).

Mengenal Arti Istiqomah

Ibnu Abbas memaknai arti istiqomah menjadi tiga bagian. Pertama adalah istiqomah dengan lisan dengan sikap bertahan dengan membaca syahadat. Kedua adalah istiqomah dengan hati yakni dengan melakukan segala dengan disertai niat yang jujur. Terakhir adalah istiqomah dengan jiwa di mana seseorang senantiasa menjalankan ibadah serta ketaatan kepada Allah secara terus menerus.

Menurut Ibnu Rajab Al Hambali, arti istiqomah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Arti istiqomah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir, batin, dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat arti istiqomah ini mencakup seluruh ajaran agama.

Allah SWT juga berfirman dalam surat Hud ayat 112 untuk memaknai arti istiqomah.

“Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”

An-Nawani memaknai arti istiqomah sebagai tetap di dalam ketaatan. Sehingga arti istiqomah sendiri memiliki pengertian bahwa seseorang senantiasa ada di dalam ketaatan dan di atas jalan lurus di dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Abu Bakar Ash-Shidiq berpendapat bahwa arti istiqomah adalah perilaku seseorang yang tidak menyekutukan Allah dengan yang lainnya atau tidak berbuat syirik. Menurut Umar bin Khatab R.A., arti istiqomah adalah suatu hal yang harusnya bertahan pada satu perintah dan tidak melakukan suatu apapun yang dilarang.

Sedangkan Usman bin Affan R.A., menyebutkan istiqomah memiliki arti ikhlas. Dan menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib, istiqomah adalah melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah Swt.

Arti istiqomah adalah selalu berada di jalan yang benar dan lurus. Berdasarkan arti istiqomah ini, Allah SWT sudah memerintahkannya dengan tegas dalam Al-Qur’an.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Fushilat ayat 30 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “ Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka mengatakan: “ Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW pun menyebutkan perintah istiqomah kepada manusia.

Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun. Nabi Saw.

menjawab: “ Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah dan menjauhi larangan).”

Dalil Tentang Istiqomah

Arti istiqomah adalah selalu berada di jalan yang benar dan lurus. Berdasarkan arti istiqomah ini, Allah SWT sudah memerintahkannya dengan tegas dalam Al-Qur’an.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Fushilat ayat 30 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “ Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka mengatakan: “ Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW pun menyebutkan perintah istiqomah kepada manusia.

Seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Ya Rasulullah, tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun. Nabi Saw. menjawab: “ Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah dan menjauhi larangan).”

Keutamaan Istiqomah

Dalam sebuah ayat di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa seorang muslim yang tetap memaknai dan mengamalkan arti istiqomah di jalan-Nya, maka akan selalu dilapangkan rezekinya oleh Allah SWT.

Hal ini tertulis di dalam Surat Al-Jin ayat 16 yang artinya:

“Dan bahwasannya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang melimpah).”

Keutamaan yang kedua adalah diberikan rasa aman dan diangkat segala kesedihan. Allah akan memberikan rasa aman dan damai bagi mereka yang selalu istiqomah di jalan-Nya. Hal ini sesuai dengan Alqur’an Surat Fushilat ayat 30.

Bila sudah memahami dan mengamalkan betul arti istiqomah, maka jaminan surga baginya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaf ayat 13-14 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”

Kesulitan dalam Beristiqomah

Dalam sebuah proses, kegagalan adalah hal yang biasa terjadi. Kita bisa menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi dan pelecut semangat untuk menjadi lebih baik. Begitu pula ketika seseorang yang mencoba untuk istiqomah.

Meskipun jalan yang ditetapkan untuk tetap istiqomah hanya berupa jalan lurus, banyak orang justru tergelincir atau menyimpang dari jalan lurus tersebut. Ini adalah suatu hal yang biasa terjadi ketika kita mencoba berubah menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Anda perlu memperkuat niat dan kembali ke jalan yang lurus tersebut dari arti istiqomah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushilat ayat 6 yang artinya:

“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.”

Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan terkait ayat tersebut, bahwa “Istiqomahlah dan mintalah ampun kepada-Nya” merupakan isyarat bahwa seringkali ada kekurangan dalam istiqomah yang diperintahkan. Untuk menutupi kekurangan ini adalah istighfar (memohon ampunan Allah). Istighfar itu sendiri mengandung taubat dan istiqomah (di jalan yang lurus).

Penerapan Istiqomah dalam Kehidupan

Penting memaknai arti istiqomah yang sesungguhnya. Apalagi menerapkan istiqomah adalah suatu hal yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Terutama arti istiqomah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam aktivitas beribadah dan bersosial.

Menerapkan arti istiqomah akan membuat pelakunya merasa lebih ringan saat menjalankan ibadah karena merasa tidak ada beban. Berikut beberapa contoh penerapan arti istiqomah dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Selalu menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya dalam keadaan apapun.
  2. Melaksanakan sholat lima waktu.
  3. Belajar dalam hal kebaikan secara terus menerus.
  4. Selalu menaati peraturan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
  5. Selalu menjalankan kewajiban dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa terpaksa atau terbebani.

Selain itu, simak doa yang dapat membuat seseorang selalu konsisten menjalani arti istiqomah dalam kehidupannya. Berikut doa yang dalam dapat dipanjatkan:

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadainaa, wa hab lanaa min-ladunka rohmatan, innaka antal-wahhaab.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).”

Cara Agar Mudah Istiqomah

Meluruskan Niat

Segala sesuatu yang dikerjakan hendaknya diawali dengan niat yang baik terlebih dahulu. Dengan niat yang ditujukan untuk mengharapkan ridho Allah semata. seseorang akan lebih ringan dan mudah menjalankan segala perintahNya.

Penjelasan terkait niat juga disampaikan dalam sebuah hadis berikut:

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa-apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907].

Memahami Makna Syahadat

Sebagai seorang muslim, tentunya kita sudah bersaksi dengan 2 kalimat syahadat. Tak hanya melafalkannya, agar seseorang dapat terus istiqomah dalam ibadah, hendaknya ia juga memahami makna dari syahadat tersebut.

Dalam syahadat dijelaskan bahwa kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Kesaksian kita sebagai muslim menjadikan kita memiliki konsekuensi taat atas aturan dan larangan Allah SWT. Salah satunya dengan istiqomah dalam beribadah.

Menjauhi Kebiasaan Buruk

  1. Jangan ghibah

Meski terkesan sepele dan sering dilakukan, ghibah (membicarakan orang lain) merupakan sebuah perbuatan yang sia-sia.

Agar bisa istiqomah dalam beribadah, sebaiknya kita menggantinya dengan memperbanyak berdzikir dan bersholawat.

  1. Jangan tidur berlebihan

Terkadang tidur yang berlebihan membuat kita menjadi malas dalam beribadah. Selain itu, tidur berlebihan juga tidak disarankan dalam beribadah.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai