Kriteria Qurban Sesuai Syariah

 

Seruan menjalankan qurban sesuai dengan surat Al-Kautsar ayat 2 yang artinya “Maka salatlah dan sembelih lah kurban untuk Tuhanmu”. Dimana diterjemahkan oleh Ibnu Katsir, maka kerjakan lah salat fardu dan sunnah dengan ikhlas karena Allah SWT, sembah lah Dia dan sembelih lah qurbanmu dengan menyebut namanya.

Jika sudah demikian, maka hukumnya wajib untuk mereka yang mampu untuk berkurban. Dimana kamu harus tahu kriteria hewan qurban sebelum melakukan penyembelihan, sebagai berikut ini.

1.      Usia Hewan Qurban

Kamu sudah memilih hewan qurban untuk Idul Adha, tanyakan terlebih dahulu usia hewan, karena tidak semua hewan yang cocok untuk qurban bisa. Pasalnya harus mengikuti aturan jaza’ah dan tsaniyyah. Jaza’ah adalah usianya setengah tahun, ini untuk domba. Tsaniyyah adalah berusia setahun penuh. Dimana ketentuan usia hewan qurban yang umum di Indonesia, untuk sapi berusia 2 tahun ke atas atau menginjak tahun ke-3, sedangkan kambing minimal berusia satu tahun atau menginjak tahun ke-2. Sedangkan untuk domba berusia minimal satu tahun dan unta umumnya digunakan berqurban usia lima tahun atau memasuki tahun ke-6.

2.      Kondisi Fisik

Hewan yang akan dikurbankan wajib sehat, terbukti dari surat keterangan kesehatan dari dinas peternakan, biasanya penjual qurban akan menyertakannya. Ciri fisik hewan qurban yang tidak boleh dilewatkan adalah tanpa cacat secara fisik seperti pincang, tidak proporsional tubuhnya dan kesehatannya.
Selain itu perhatikan matanya, jangan sampai buta. kondisi tubuh juga tidak boleh terlalu kurus dan pastikan belum ada sumsum tulang. Biasanya hewan qurban juga memiliki bobot tertentu, untuk kambing minimal 20 Kg atau lebih.

3.      Status Kepemilikan Harus Jelas

Pastikan saat membeli hewan qurban, sudah pasti status kepemilikan. Kepemilikan harus jelas antara pembeli dan penjual. Pastikan juga penjual tidak mendapatkan hewan qurban hasil mencuri atau hewan gadai. Pembelian hewan qurban boleh dilakukan sejak jauh hari, bisa jadi kamu khawatir tidak kebagian hewan qurban karena banyaknya umat muslim lainnya yang ingin berqurban. Pastikan membelinya secara penuh dan diperhatikan kesehatannya, serahkan pada panitia qurban di waktu yang tepat.

4.      Kriteria Utama dan Makruh Hewan Qurban

Banyak orang yang bingung memilih hewan qurban, pastikan kriteria utama terlebih dahulu. Harus jelas apakah jenis hewannya, umumnya di Indonesia hanya ada hewan qurban sapi dan kambing saja. Cara pembelian juga cukup beragam, untuk kambing hanya satu orang saja. Sedangkan sapi dan unta boleh dibagi 7 orang. Ada juga hukumnya makruh berkurban, hal ini memang tidak mendatangkan dosa namun menggugurkan pahala sehingga disarankan untuk ditinggalkan. Makruh hukumnya qurban hewan yang sakit, cacat, sedang hamil, gigi tidak lengkap atau tanda tanduk. Pastikan ini saat membeli, pasalnya ciri fisik akan lebih mudah dikenali.

5.      Waktu Penyembelihan Hewan Qurban

Apakah boleh menyembelih sapi atau kambing selain Idul Adha pada 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah? Boleh saja, namun ini tidak bisa dinamakan qurban. Waktu penyembelihan hewan qurban yang tepat hanya saat Idul Adha dan selang 4 hari setelahnya. Hal ini sesuai dengan Madzhab Maliki yang didukung Imam Hanifah dan Imam Ahmad, dimana waktu yang tepat penyembelihan hewan qurban pada 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah.
Selain itu, maka bisa menyembelih hewan namun tidak berqurban. Itulah kenapa, pentingnya mengetahui kapan waktunya berqurban.

Ternyata bukan hal sulit untuk mengikuti syarat hewan qurban saat Idul Adha, bahkan ini memberikan kebaikan pada hewan qurban dan penerimanya.

Mungkin Anda juga menyukai