Program Peduli Musa’adatul Ummah

 

Penyerahan Bantuan Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Program Peduli-MU Untuk Khitanan Masal Di BAZNAS Kab. Sumedang
Penyerahan Bantuan Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Program Peduli-MU Berupa Bantuan Renovasi Rumah Yang Merupakan Warga Kp. Pasir Nangka Ds. Cipacing Jatinangor-Sumedang dan Penyerahan Bantuan Program Peduli-MU Berupa Bantuan Rutin Tunai/Bulan Yang Merupakan Warga Kp. Pasir Nangka Ds. Cipacing Jatinangor-Sumedang.
Bantuan Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Program Peduli-MU Berupa bantuan biaya pengobatan untuk sdra Eman Roheman yang sedang dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung, kondisi beliau awalnya ada syaraf kejepit sekarang merembet ke pernapasan dan untuk bernapas lewat tenggorokan (dilubangi di leher), semoga beliau diberikan kesembuhan dan kesabaran serta Penyerahan Bantuan Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Program Peduli-MU Berupa Biaya Pengobatan/Operasi Usus Yang Merupakan Warga Perum Abdi Negara Rancaekek Kab. Bandung .
Penyerahan Bantuan Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Untuk Korban Banjir Bandung Selatan (Kelurahan Andir Kec. Baleendah Kab. Bandung)
memberikan bantuan layanan mobil ambulance untuk mengantarkan Jenazah dari RSUD Cicalengka menuju Rumah Duka yang merupakan warga Cipacing-Jatinangor

Salah satu Program Musa’adatul Ummah Al Ma’soem Bidang Sosial & Kemanusiaan (Peduli-MU) Yaitu memberikan bantuan bagi kaum dhuafa yang sedang tertimpa musibah rumahnya kebakaran.

Salah satu program Musa’adatul Ummah yaitu program peduli Musa’adatul Ummah, Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri]

Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّالُ عَلَى الْخَيْرِ كَفَا عِلِهِ

Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. [HR. Muslim]

Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal.

Hubungan kedua, antara seorang hamba dengan Rabbnya tertuang dalam perintah ‘Dan bertakwalah kamu kepada Allah’. Dalam hubungan ini, seorang hamba harus lebih mengutamakan ketaatan kepada Rabbnya dan menjauhi perbuatan untuk yang menentangnya.

Kewajiban pertama (antara seorang hamba dengan sesama) akan tercapai dengan mencurahkan nasehat, perbuatan baik dan perhatian terhadap perkara ini. Dan kewajiban kedua (antara seorang hamba dengan Rabbnya), akan terwujud melalui menjalankan hak tersebut dengan ikhlas, cinta dan penuh pengabdian kepada-Nya.

Hendaknya ini dipahami bahwa sebab kepincangan yang terjadi pada seorang hamba dalam menjalankan dua hak ini, hanya muncul ketika dia tidak memperhatikannya, baik secara pemahaman maupun pengamalan

 

Mungkin Anda juga menyukai